
Komitmen Pemko Batam Dalam Keamanan Informasi
Batam – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam terus berupaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kota Batam melalui program RABUKAMI (Gerakan Besar Untuk Keamanan Informasi).
Pada pelaksanaan RABUKAMI Seri 9 hingga Seri 11 Tahun 2026, sebanyak 2.110 peserta mengikuti pelatihan yang diselenggarakan secara daring. Dari jumlah tersebut, 1.747 peserta (82,8%) dinyatakan lulus, sementara 363 peserta (17,2%) belum memenuhi nilai kelulusan yang ditetapkan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa RABUKAMI Seri 10 mencatat tingkat kelulusan tertinggi, yaitu 92,5 persen. Selanjutnya, Seri 9 mencapai tingkat kelulusan 87,2 persen, dan Seri 11 sebesar 83,0 persen. Adapun Seri 9 menjadi pelatihan dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 1.009 peserta.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan tingginya komitmen aparatur pemerintah dalam meningkatkan kompetensi di bidang keamanan informasi dan kewaspadaan terhadap ancaman siber.
“Keamanan informasi merupakan tanggung jawab seluruh aparatur pemerintah. Melalui RABUKAMI, kami ingin membangun budaya sadar keamanan informasi agar setiap pegawai mampu mengenali risiko dan menerapkan praktik keamanan yang baik dalam pelaksanaan tugas,” ujar Rudi Panjaitan.
Program RABUKAMI merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Batam untuk membangun budaya sadar keamanan informasi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Materi yang diberikan mencakup perlindungan data, pengamanan akun dan perangkat digital, hingga pengenalan berbagai bentuk ancaman siber yang dapat mengganggu penyelenggaraan pemerintahan.
Secara keseluruhan, tingkat kelulusan yang mencapai 82,8 persen menunjukkan bahwa program RABUKAMI berjalan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap keamanan informasi dan kesadaran siber. Diskominfo Kota Batam akan terus melaksanakan program ini secara berkelanjutan guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan berbasis digital yang aman, andal, dan tangguh terhadap ancaman siber.